KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Bahasa
Indonesia” ini dengan baik. Kami juga sangat berterima kasih kepada Ibu
Muharrina Harahap, S.S, M.Hum yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah
ini.
Adapun tujuan kami menulis makalah ini yaitu
agar kita mengetahui mengenai bahasa Indonesia baku dan nonbaku serta
penggunaannya baik di dalam proses pembelajaran maupun di dalam kehidupan
sehari-hari.
Tidak ada manusia yang sempurna. Kami
menyadari masih terdapat banyak kesalahan yang tanpa sengaja dibuat, baik kata
maupun tata bahasa di dalam makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah kami. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR…………………………………………………………………………………………
i
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………………………………………… ii
BAB
IPENDAHULUAN……………………………………………………………………………………. 1
1.1 Latar
Belakang………………………………………………………………………………………….. 1
1.2 Identifikasi
Masalah…………………………………………………………………………………… 2
1.3 Pembatasan Masalah……………………………………………………………………………………
2
1.4 Rumusan
Masalah………………………………………………………………………………………. 2
1.5 Tujuan
Penulisan………………………………………………………………………………………… 2
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………….3
2.1 Pengertian Bahasa
Baku…………………………………………………………………………. …. 3
2.2 Pengertian Bahasa
Nonbaku……………………………………………………………………. …. 4
2.3 Pengertian Bahasa Indonesia Baku dan
Nonbaku………………………………………. …. 4
2.4 Fungsi Bahasa
Baku………………………………………………………………………………. …. 4
2.5 Fungsi Bahasa
Nonbaku…………………………………………………………………………. …. 5
2.6 Ciri-ciri Bahasa Baku dan
Nonbaku…………………………………………………………. …. 5
2.7 Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dan
Nonbaku dengan Baik dan Benar……. …. 6
2.8 Contoh Bahasa Indonesia Baku dan
Nonbaku…………………………………………… …. 6
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………………….
9
3.1
Kesimpulan…………………………………………………………………………………………… …. 9
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………………………………. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Istilah bahasa baku telah dikenal oleh
masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka
memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini
terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama
dengan bahasa yang baik dan benar. Mereka tidak mampu membedakan antara bahasa
yang baku dan yang nonbaku. Pateda (Alwi, 1997:30) mengatakan bahwa, “Kita
berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku. Begitu juga
dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku.”
Slogan “Pergunakanlah bahasa Indonesia dengan
baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan
itu hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan
bahwa di segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku. Demikian juga, masih
ada cibiran bahwa bahasa baku itu hanya buatan pemerintah agar bangsa ini dapat
diseragamkan dalam bertindak atau berbahasa. “Manakah ada bahasa baku,
khususnya bahasa Indonesia baku? “Manalah ada bahasa Indonesia lisan baku”?
“Manalah ada masyarakat atau orang yang mampu menggunakan bahasa baku itu,
sebab mereka berasal dari daerah.’’ Atau mereka masih selalu dipengaruhi oleh
bahasa daerahnya jika mereka berbahasa Indonesia secara lisan. Dengan gambaran
kondisi yang demikian itu, di dalam bab ini dibahas tentang pengertian bahasa
baku, pengertian bahasa nonbaku, pengertian bahasa Indonesia baku, fungsi
pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku. Terakhir, akan dibahas tentang
ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku, serta berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar.
1.2 Identifikasi Masalah
- Pengertian bahasa baku.
- Pengertian bahasa nonbaku.
- Pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
- Proses pembakuan bahasa.
- Fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
- Ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
- Pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.
1.3 Pembatasan Masalah
- Pengertian bahasa baku.
- Pengertian bahasa nonbaku.
- Pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
- Fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
- Ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
- Pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.
1.4 Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud bahasa baku?
- Apa yang dimaksud bahasa nonbaku?
- Apa yang dimaksud bahasa Indonesia baku dan nonbaku?
- Apa fungsi pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku?
- Apa ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku?
- Bagaimana pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar?
1.5 Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui pengertian bahasa baku.
- Untuk mengetahui bahasa nonbaku.
- Untuk mengetahui pengertian bahasa Indonesia baku dan nonbaku.
- Untuk mengetahui fungsi pemakaian bahasa baku dan nonbaku.
- Untuk mengetahui ciri-ciri bahasa baku dan nonbaku.
- Untuk mengetahui cara pemakaian bahasa Indonesia baku dan nonbaku dengan baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Bahasa Baku
Bahasa merupakan alat komunikasi penting yang
dapat menghubungkan seseorang dengan yang lainnya. Keraf (2005:54) menyebutkan
dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat
komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh
alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan
simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Pada kaidah bahasa
Indonesia terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa tidak baku.
Istilah bahasa baku dalam bahasa
Indonesia atau standard language dalam bahasa Inggris, dalam
dunia ilmu bahasa atau linguistik pertama sekali diperkenalkan oleh
Vilem Mathesius pada 1926. Ia termasuk pencetus Aliran Praha atau The
Prague School. Pada 1930, B. Havranek dan Vilem Mathesius
merumuskan pengertian bahasa baku itu. Mereka berpengertian bahwa
bahasa baku sebagai bentuk bahasa yang telahdikodifikasi, diterima dan
difungsikan sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara luas.
Bahasa baku adalah bahasa standar (pokok) yang
kebenaran dan ketetapannya telah ditentukan oleh negara. Baku berarti
bahasa tersebut tidak dapat berubah setiap saat. Baku atau standar
beranggapan adanya keseragaman. Berdasarkan teori, bahasa baku merupakan bahasa
pokok yang menjadi bahasa standar dan acuan yang digunakan sehari-hari dalam
masyarakat. Bahasa baku mencakup pemakaian sehari-hari pada bahasa percakapan
lisan maupun bahasa tulisan. Tetapi pada penggunaanya bahasa baku lebih sering digunakan
pada sistem pendidikan negara, pada urusan resmi pekerjaan, dan juga pada semua
konteks resmi. Sementara itu, di dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak orang
yang menggunakan bahasa tidak baku dan sesuka hati.
Berdasarkan pengertian di atas, bahasa baku
adalah bahasa standar yang benar dan digunakan oleh suatu masyarakat pada suatu
negara. Bahasa baku atau standar itu harus diterima dan berterima bagi
masyarakat bahasa.
2.2 Pengertian Bahasa Nonbaku
Bahasa nonbaku adalah ragam bahasa yang berkode
berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi.
Ragam bahasa nonbaku dipakai pada situasi santai dengan keluarga, teman, di
pasar, dan tulisan pribadi buku harian. Ragam bahasa nonbaku sama dengan bahasa
tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam
percakapan.
2.3 Pengertian Bahasa Indonesia
Baku dan Nonbaku
Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam
bahasa Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima, dan
difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat Indonesia secara luas.
Bahasa Indonesia nonbaku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak
dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat
Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
2.4 Fungsi Bahasa Baku
Menurut Hasan Alwi, dkk (2003:15) bahasa
baku mendukung empat fungsi, yaitu:
- Fungsi pemersatu. Indonesia terdiri dari beragam suku dan bahasa daerah. Jika setiap masyarakat menggunakan bahasa daerahnya, maka dia tidak dapat berkomunikasi dengan masyarakat dari daerah lain. Fungsi bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Dengan demikian, bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bangsa.
- Fungsi pemberi kekhasan. Suatu bahasa baku membedakan bahasa itu dari bahasa yang lain. Melalui fungsi itu, bahasa baku memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa yang bersangkutan.
- Fungsi pembawa kewibawaan. Pemilikan bahasa baku membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa bersangkutan dengan usaha orang mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi lewat pemerolehan bahasa baku sendiri. Penutur atau pembicara (masyarakat) yang mahir berbahasa Indonesia dengan baik dan benar memperoleh wibawa di mata orang lain.
- Fungsi kerangka acuan. Sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa dengan adanya norma dan kaidah (yang dikodifikasi) yang jelas. Norma dan kaidah itu menjadi tolak ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau golongan.
2.5 Fungsi Bahasa Nonbaku
Bahasa nonbaku adalah bahasa yang digunakan
dalam kehidupan santai (tidak resmi) sehari-hari yang biasanya digunakan pada
keluarga, teman, dan di pasar. Fungsi penggunaan bahasa nonbaku adalah untuk
mengakrabkan diri dan menciptakan kenyamanan serta kelancaran saat
berkomunikasi (berbahasa).
2.6 Ciri-ciri Bahasa Baku dan
Nonbaku
- A. Ciri Bahasa Baku
Menurut Hasan Alwi, dkk (2003:14) ciri-ciri
bahasa baku terbagi menjadi tiga, yaitu:
- Ragam bahasa baku memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat.
- Memiliki sifat kecendikian. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.
- Baku atau standar beranggapan adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa, atau penyeragaman variasi bahasa.
Ciri-ciri lain bahasa baku adalah:
- tidak terpengaruh bahasa daerah;
- tidak dipengaruhi bahasa asing;
- bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari;
- pemakaian imbuhannya secara eksplisit;
- pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat;
- tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
- B. Ciri Bahasa Nonbaku
Bahasa nonbaku juga memiliki ciri khas yaitu:
- walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama;
- dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman;
- dapat terpengaruh oleh bahasa asing;
- digunakan pada situasi santai/tidak resmi;
2.7 Pemakaian Bahasa
Indonesia Baku dan Nonbaku dengan Baik dan Benar
Bahasa Indonesia baku dan nonbaku mempunyai
kode atau ciri bahasa dan fungsi pemakaian yang berbeda. Kode atau ciri dan
fungsi setiap ragam bahasa itu saling berkait. Bahasa Indonesia baku berciri
seragam, sedangkan ciri bahasa Indonesia nonbaku beragam. Pemakaian bahasa yang
mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau yang dianggap baku adalah pemakaian
bahasa Indonesia baku dengan benar. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia
baku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa atau
gramatikal bahasa baku.
Sebaliknya, pemakaian bahasa Indonesia nonbaku
dengan benar adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti kaidah bahasa atau
gramatikal baku, melainkan kaidah gramatikal nonbaku. Pemakaian bahasa
Indonesia baku dengan baik adalah pemakaian bahasa Indonesia yang mengikuti
atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa baku. Pemakaian bahasa Indonesia
nonbaku dengan baik adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti atau sesuai
dengan fungsi pemakaian bahasa Indonesia nonbaku.
Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa
Indonesia baik baku maupun nonbaku saling mendukung dan saling berkait.
Tidaklah logis ada pemakaian bahasa Indonesia yang baik, tetapi tidak benar.
Atau tidaklah logis ada pemakaian bahasa yang benar tetapi tidak baik. Oleh
karena itu, konsep yang benar adalah pemakaian bahasa yang baik harus juga
merupakan pemakaian bahasa yang benar atau sebaliknya.
2.8 Contoh Bahasa Indonesia Baku
dan Nonbaku
Kita sering kesulitan menentukan kata yang
baku dan kata yang tidak baku. Berikut ini adalah daftar kata-kata baku bahasa
Indonesia yang disusun secara alfabetis.
|
No
|
Kata Baku
|
Kata Nonbaku
|
|
1.
|
Aktif
|
aktip,
aktive
|
|
2.
|
Alquran
|
Al-Quran,
Al-Qur’an, Al Qur’an
|
|
3.
|
Apotek
|
Apotik
|
|
4.
|
Azan
|
Adzan
|
|
5.
|
Cabai
|
cabe,
cabay
|
|
6.
|
Daftar
|
Daptar
|
|
7.
|
doa
|
do’a
|
|
8.
|
efektif
|
efektip,
efektive, epektip, epektif
|
|
9.
|
elite
|
Elit
|
|
10.
|
e-mail
|
email,
imel
|
|
11.
|
Februari
|
Pebruari,
February
|
|
12.
|
foto
|
Photo
|
|
13.
|
fotokopi
|
foto
copy, photo copy, photo kopi
|
|
14.
|
hakikat
|
Hakekat
|
|
15.
|
ijazah
|
ijasah,
izajah
|
|
16.
|
izin
|
Ijin
|
|
17.
|
jadwal
|
Jadual
|
|
18.
|
Jumat
|
Jum’at
|
|
19.
|
karena
|
Karna
|
|
20.
|
karismatik
|
Kharismatik
|
|
21.
|
kreatif
|
kreatip,
creative
|
|
22.
|
lembap
|
Lembab
|
|
23.
|
lubang
|
Lobang
|
|
24.
|
maaf
|
ma’af
|
|
25.
|
makhluk
|
Mahluk
|
|
26.
|
mukjizat
|
mu’jizat
|
|
27.
|
napas
|
Nafas
|
|
28.
|
nasihat
|
Nasehat
|
|
29.
|
objek
|
Obyek
|
|
30.
|
provinsi
|
propinsi,
profinsi
|
Contoh kalimat baku dan tidak baku
- A. Kalimat Tidak Baku
a.
Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
b.
Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
c.
Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselesaikan dengan
tuntas.
d.
Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
e.
Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.
f.
Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah
yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
g.
B. Kalimat Baku
i.
Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.
ii.
Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara.
iii.
Masalah ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas.
iv.
Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan.
v.
Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B.
vi.
Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang
berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting
dalam kehidupan. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi pikirannya kepada
orang lain. Pada bahasa terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa
nonbaku. Bahasa baku merupakan bahasa standar atau pokok yang digunakan oleh
masyarakat pada suatu negara. Sedangkan bahasa nonbaku adalah bahasa yang
berbeda dengan struktur atau gaya baku, dan biasanya digunakan pada lingkungan
atau keadaan tidak resmi.
Bahasa Indonesia juga memiliki bahasa baku dan
nonbaku. Bahasa Indonesia baku pada umumnya sesuai dengan pola SPOK dan
biasanya dipelajari di sekolah dan digunakan pada lingkungan dan keadaan yang
resmi. Begitupun dengan bahasa Indonesia nonbaku.
Masing-masing bahasa baku dan nonbaku memiliki
fungsi dan ciri yang berbeda. Baik itu bahasa Indonesia baku dan nonbaku
sebaiknya digunakan dan dipakai dengan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku
Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Cavi. 2007. Linguistik. (http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2139737-kata-baku-dan-tidak-baku/#ixzz2LAFl0NSl) dilihat pada hari Minggu, 17 Februari 2013
Keraf, G. 1991. Tatabahasa Indonesia
Rujukan Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Menengah. Jakarta: Gramedia.